Starberita - Jakarta - Untuk mengangkut ternak terutama sapi antar daerah ke Jabodetabek, kapal laut menjadi alat angkutnya yang lebih murah.

"Alat angkut ternak dengan Kereta api, ternyata setelah dilakukan kajian, ternyata mengangkut dengan kereta api lebih mahal dari pada dengan kapal laut," ujar Menteri Pertanian Suswono di Jakarta, Jumat (24/5/2013).

Alat angkut ternak ini, lanjut Suswono, sudah dikoordinasikan dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), bahkan Kemenhub menjanjikan untuk merealisasikan moda transportasi kapal laut tersebut. "Alat transportasi laut segera, dan Menteri Perhubungan menjanjikan menyediakan kapal laut tahun ini terealisasi," tuturnya.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian akan menggandeng PELNI untuk membuat kapal laut khusus tersebut. Menurut Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan, kapal laut khusus pengangkut hewan ternak adalah sebagai solusi minimnya transportasi pengiriman ternak dari daerah ke kota-kota besar.

"Kami akan menggandeng pihak PELNI untuk menggarap itu. Desainnya sudah jadi, tinggal pembuatannya. Agar problem konektivitas dapat selesai," katanya.

Pasokan daging sapi masih mencukupi dengan mayoritas berada di sentral peternakan yang ada di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. Namun untuk mengangkut ke Jakarta dan daerah lain memerlukan biaya logistik cukup besar. Akibatnya, stok daging sapi dari daerah tersebut melimpah karena tidak bisa disalurkan dengan baik.

Pasokan daging sapi secara nasional hingga akhir 2012 mengalami surplus hingga 11.834 ton. Saat itu, pasokan daging sapi di Jakarta masih mengandalkan daging sapi impor.(inc/YEZ)

Beri Komentar


Security code
Refresh


>