Starberita - Medan, Perubahan udara dan temperatur sedikit banyak ternyata berpengaruh pada tubuh. Karena perubahan itu, tubuh kita otomatis akan berusaha keras menyesuaikan dengan temperatur sekitar. Saat itu pula imunitas (daya tahan tubuh terhadap penyebab penyakit) kita berkurang, sehingga sering menyebabkan orang sakit di saat terjadi perubahan cuaca.
Selain itu temperatur yang berubah-ubah adalah salah satu kondisi yang memacu virus dan bakteri untuk lebih cepat berkembang biak. Jadi tidak heran bila banyak orang terserang penyakit di musim perubahan cuaca dibanding di musim yang temperaturnya relatif stabil.

Menurut dr Deliyuzar, Jum'at (31/5), perubahan cuaca yang memicu timbulnya penyakit misalnya jika siang hari matahari bersinar sangat terik, sehingga suasana terasa amat panas, namun tiba-tiba cuaca dapat berubah seketika menjadi hujan dan udara menjadi terasa dingin. Perubahan cuaca yang tiba-tiba ini disebut juga dengan musim pancaroba.

Musim pancaroba terjadi hanya pada masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan pada bulan September atau peralihan musim hujan ke musim kemarau pada bulan April ke Mei.

Namun karena meningkatnya efek dari pemanasan global, maka musim pancaroba tidak tentu datangnya, bisa lebih maju atau mundur dari kondisi yang lazim kita alami. Bahkan beberapa kali dalam setahun daerah tertentu di wilayah Indonesia mengalami peralihan musim yang tiba-tiba.

Terjadinya peralihan musim atau perubahan cuaca yang tiba-tiba akan memicu timbulnya beberapa gangguan kesehatan seperti flu, batuk, pilek, demam, gangguan saluran napas, masuk angin, influenza, gangguan pencernaan seperti diare, dan tifus abdominalis. Kemunculan penyakit penyakit tersebut kasusnya menjadi tinggi pada awal perubahan musim karena banyaknya kotoran yang menjadi vektor bagi bakteri dan virus penyebab penyakit, juga tak lepas dari pola pengkonsumsian makanan.

Dr.Del sapaan akrabnya, mengatakan bBeberapa jenis penyakit yang biasa menyerang pada saat terjadi perubahan cuaca. Antaralain, Gangguan Saluran Napas, pengaruh perubahan cuaca sangat berpotensi mengganggu saluran pernapasan.  Gejala awal gangguan saluran pernapasan yaitu batuk, bronkhitis, pilek atau influenza disertai bersin-bersin dan peningkatan suhu tubuh (demam). Demam bukan merupakan penyakit tersendiri, melainkan gejala dari penyakit lain misalnya influenza.

Pada influenza biasanya terjadi peningkatan suhu tubuh sekitar 38°C-40°C, selain itu kepala terasa sakit, juga otot-otot dan sendi-sendi, terasa lelah, kurang nafsu makan, suara parau, batuk yang tidak produktif, sakit tenggorokan dengan langit-langit di hulu tampak memerah, radang mata, keluar ingus, dan kongesti hidung. Panas tubuh biasanya lebih tinggi pada anak-anak dibandingkan pada orang dewasa. Gejala-gejala tersebut berangsur-angsur berkurang dan biasanya akan hilang sesudah 3-5 hari, namun batuk dan rasa lemah serta keletihan masih tetap terasa. Batuk merupakan gejala awal penyakit saluran napas, kadang ditandai dengan bersin-bersin, sesak napas, dan demam ringan sampai sedang. Penyakit saluran napas diantaranya yaitu bronkhitis. Penyakit ini memang lebih sering terjadi pada udara yang lembab dan berhawa dingin.

Gangguan Pencernaan, salah satu gangguan pencernaan yang biasanya muncul pada awal musim hujan adalah diare. Diare ditandai dengan keluarnya buang air besar yang sangat encer seperti air, dan berlangsung terus menerus. Penyakit pada anak ini sebenarnya dapat digolongkan penyakit ringan, tetapi jika terjadi secara mendadak dan kurang mendapat perawatan maka diare juga dapat berakibat fatal, terutama apabila diare tersebut terjadi pada anak balita.

Untuk menghindari terjadinya dehidrasi maka penderita dianjurkan banyak minum atau mengkonsumsi oralit. Bila diare tidak juga berhenti maka penderita harus diberipertolongan.

Diare pada anak dapat disebabkan oleh berbagai hal, salah satu penyebab yang paling umum adalah suatu infeksi ringan pada usus yang disebabkan bakteri, amuba, juga infeksi virus atau flu usus. Juga dapat disebabkan karena makanan dan minuman yang tercemar.(ULF/MBB)

Beri Komentar


Security code
Refresh



>