Starberita - Medan, Pengamat Ekonomi Unimed, M.Ishak menilai kenaikan Harga Bahan Minyak (BBM) yang telah ditetapkan oleh pemerinta disebabkan oleh sudah krisisnya keuangan, sehingga para lapisan masyarakat merasa resah.

Padahal kenaikan bbm ini walau sudah disepakati untuk dinaikkan tetapi sudah diisukan untuk kenaikkan produksi perekonomian.

"Saya melihat bahwa kenaikan BBM ini tidak terlepas dari keuangan negara yang sudah menipis, belum lagi desakan pihak pertamina untuk menaikkan bbm, walau dari beberapa pihak seperti DPRD belum setuju akan kenaikan ini, akhirnya yang kena imbasnya masyarakat juga," ungkapnya.

Ishak juga mengatakan, hal ini harus dipahami oleh pemerintah sebab jangan asal menaikkan saja, tetapi tidak ada pengawasan tentang kenaikan bbm tersebut, seperti halnya belum lagi naik BBM, beberapa pihak sudah menaikkan harga, jelas ini menjadi tanggung jawab pemerintah.

"Seharusnya pemerintah bisa melihat dengan jeli, rakyat belum mampu untuk menerima kenaikkan bbm, perekonomian Indonesia masih sangat lemah, rakyat hanya disuruh menerima keputusan pemerintah, tetapi pemerintah hanya picing mata melihat kesusahan rakyat, apalagi kenaikan bbm ini serentak jelang puasa dan lebaran, juga adanya tahun ajaran baru, sehingga sungguh menyusahkan rakyat," jelasnya. (REZ/YEZ)

Beri Komentar


Security code
Refresh



>