Starberita-Medan, Perkembangan dugaan korupsi mark-up belanja modal Pemerintahan Kota (Pemko) Sibolga Tahun Anggaran 2012 untuk Pengadaan Tanah Sarana Perumahan dan Perkantoran seluas 7.171 meter persegi, senilai Rp 5,3 miliar, hingga saat ini terus berlanjut.

Kasipenkum Kejati Sumut Candra Purnama mengatakan, dalam perkara ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan (BPKP) Sumut untuk melihat dan menghitung kerugian negara.
"Penyidik masih berkoordinasi dengan BPKP Sumut untuk melihat kerugian negara,"ujarnya, Selasa (9/7).

Namun, Candra tak banyak berkomentar soal kasus ini, saat ditanya apakah telah ada ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini? Dia menjawab "belum ada yang dijadikan tersangka"tandasnya mengakhiri.

Sebelumnya, dugaan korupsi ini, pihak Kejati Sumut telah  menyeret sejumlah pejabat di jajaran Pemko Sibolga untuk menjalani pemeriksaan. Dimana salah satunya  Sekda Kota Sibolga, Muhammad Sugeng untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi pada Selasa (4/6)lalu.

Tambah Chandra, pihaknya juga akan memanggil Kadis Pekerjaan Umum (PU) kota Sibolga, Thamrin Hutagalung, Sahat Simatupang selaku Camat Sibolga Selatan dan Bendahara pengeluaran pada Dinas PPKAD kota Sibolga, Zubir serta Sori Tua selaku mantan Kadis PPKAD kota Sibolga.

Sebelumnya, Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sumut, Yuspar menyatakan bahwa penyidik telah menaikan perkara ini dari penyelidikan (lid) kepenyidikan (dik). (RIN/YEZ)

Beri Komentar


Security code
Refresh