alt

Starberita-Medan, Kepala Kanwil Kemenkum HAM Sumut Budi Sulaksana di LP Tanjung Gusta, Medan mengakui kerusuhan di LP Tanjung Gusta Medan dikarenakan ketiadaan air dari pagi-hingga malam hari.

Dia mengatakan pihaknya telah memesan  memesan dua tangki air dari PDAM Tirtanadi namun tak kunjung datang. " soal air kami  sudah menelpon ke PDAM Tirtanadi meminta air dua tangki, tapi hingga sore hari tidak datang," ujarnya, Kamis (11/7) malam.

Di Lapas kata Budi, pemadaman listrik yang terjadi mengakibatkan air tidak keluar. " Listri padam karena karena ada kerusakan trafo jaringan yang meledak sejak subuh. Listrik sempat menyala sekitar pukul 6 Sore Tapi menyala sebentar saja, terus meledak lagi trafonya,"katanya.

Budi menuturkan bahwa pihaknya telah memberi penjelasn namun para napi terlah terprovokasi dan merobohkan pagar bagian dalam.

"Karena roboh pagar tersebut, yang memicu aksi anarkis lainnya hingga kemudian ada pembakaran, serta kaburnya sejumlah napi."Tandasnya.(RIN/YEZ)

Beri Komentar


Security code
Refresh