Starberita-Jakarta,   Aparat keamanan diminta agar dapat meningkatkan kewaspadaan terkait sederet insiden teror yang terjadi Tanah Air akhir-akhir ini. Hal tersebut agar insiden teror tak kembali terjadi. 

"Bom di Vihara dan upaya membunuh polisi layak dimaknai sebagai upaya menjajal kewaspadaan aparat keamanan dalam negeri. Atau, bahkan bisa juga sebagai serangan pengalih perhatian untuk membidik sasaran lain yang lebih besar dan strategis dengan skala serangan yang jauh lebih besar," kata Anggota Komisi III DPR, Bambang Soesatyo, dalam pesan singkatnya, Selasa (13/8).

Indikator ancaman terorisme di dalam negeri akhir-akhir ini sudah lebih dari cukup, lanjut Bambang, bahkan sangat gamblang.  Artinya, ada alasan sangat kuat dan relevan bagi aparat keamanan  untuk meningkatkan kewaspadaan. Apalagi, serangkaian peristiwa berbau kejahatan terorisme sudah merongrong sistem keamanan dalam negeri yang terjadi menjelang akhir bulan Ramadan, baru-baru ini.                    

"Tidak hanya ledakan bom di Vihara Ekayana, tetapi saya juga melihat rangkaian kasus penembakan prajurit polisi serta serangan terhadap fasilitas Polri sebagai indikator tentang menguatnya ancaman terorisme di dalam negeri," urainya.

Bambang menuturkan indikator lain yang tidak boleh diremehkan adalah kasus hilangnya 250 dinamit milik PT Multi Nitrotama Kimia (MNK) di Subang, serta pembobolan penjara Tanjung Gusta di Medan yang menyebabkan sejumlah narapidana teroris melarikan diri.                                                               

"Tidak berlebihan untuk mengaitkan pembobolan penjara Tanjung Gusta dengan sinyalemen atau imbauan Organisasi Polisi Kriminal Internasional (ICPO) baru-baru ini.  ICPO memperingatkan bahwa pembobolan penjara di sejumlah negara merupakan ancaman besar bagi keamanan global," ungkapnya.

Bahkan ICPO menduga jaringan Al-Qaeda juga terlibat dalam penyerangan dan pembobolan sejumlah penjara di sembilan negara. "Karena itu, ledakan bom berskala rendah di Vihara Ekayana, serta penembakan  terhadap polisi dan serangan bom terhadap fasilitas Polri patut dilihat sebagai kecenderungan. Sebuah kecenderungan yang menjelaskan dengan gamblang bahwa ancaman terorisme di dalam negeri masih ada dan sangat nyata," tutupnya.(okz/YEZ)

Beri Komentar


Security code
Refresh



>