Starberita – Medan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan bersama Pemerintah Kota Medan dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Kota Medan, Drs H Amiruddin, Senin (30/7) akhirnya menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah menjadi Peraturan Daerah (Perda).

 

Kemudian, Pemko Medan akan menetapkan nilai retribusi aset sesuai dengan harga pasar, terutama bangunan dan rumah toko (ruko) akan ditetapkan sesuai nilai jual objek pajak (NJOP) dan retribusi pemakaian jalan tertentu selain kepentingan lalu lintas dialihkan kepada pihak kepolisian.

 

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kota Medan tentang Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah, H Jumadi SPdI, mengatakan nilai retribusi aset yang ditetapkan Pemko sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan harga pasaran jadi tidak memberikan keuntungan kepada pemerintah. Oleh karena itu perlu dilakukan revisi khususnya mengenai besaran tarif.

 

“Selama pembahasan, kami melihat bersaran tarif retribusi yang ditetapkan didasarkan pada tujuan untuk memperoleh keuntungan yang layak dan atau penggantian biaya antara lain meliputi biaya perawatan/pemeliharaan, penyusutan, keamanan dan kebersihan. Kedepan, harus berubah dengan dasar pada tujuan untuk memperoleh keuntungan layak,” katanya.

 

Sesuai laporan, perubahan utama pada tarif pemakaian bangunan dan ruko milik daerah. Jika sebelumnya tarif sewa bangunan 4% dan sewa ruko sebesar 14% setahun yang dihitung dari harga pasar bangunan atau ruko untuk tahun berjalan sesuai ketentuan kepala daerah dikurangi penyusutan.

 

Kedepan harus berubah mengikuti NJOP dengan rincian perhitungan, tarif sewa tanah 2% setahun x luas tanah x NJOP (tanah) dan untuk sewa bangunan 2% setahun x luas bangunan x NJOP (bangunan). “Dengan perubahan tersebut, otomatis Bab VII Pasal 10 pada peraturan sebelumnya dihapus karena perhitungannya sudah berdasarkan rumus NJOP,” jelasnya.  

 

Satu lagi adalah soal retribusi pemakaian jalan tertentu selain kepentingan lalu lintas ditentukan Rp750.000 per 24 jam untuk bersifat komersil. Kemudian untuk kepentingan pesta atau kegiatan social lainnya Rp375.000 per 24 jam dan kepentingan social selain pesta Rp75.000 per 24 jam. Seluruh ketentuan tersebut tidak berlaku lagi karena berdasarkan Bab VII Pasal 9 Nomor (8) tentang Retribusi Pemakaian Jalan Tertentu selain kepentingan lalu lintas dihapus karena bertentangan dengan UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Peraturan Jalan dan dialihkan kepada pihak kepolisian.

 

“Apabila ketentuan tersebut tidak ditaati, akan dikenakan sanksi sesuai tercantum dalam Bab XVIII Pasal 26 dengan ancaman kurungan paling lama enam bulan atau denda paling banyak Rp50 juta dengan ketentuan tindak pidana pelanggaran. Dan pelanggaran terhadap pemakaian jalan tertentu selain kepentingan lalu lintas diancam sesuai peraturan perundang-undangan berlaku,” jelas Jumadi.

 

Selain itu diatur juga mengenai tarif retribusi pemakaian kendaraan untuk mobil derek naik dari sebelumnya Rp225.000 menjadi Rp300.000 per sekali pakai. Sedangkan ambulans baik untuk dalam daerah turun menjadi Rp50.000 dari sebelumnya Rp100.000 dan bertambah Rp3.000 per kilometer sampai tujuan jika dibawa ke luar daerah.

 

Sedangkan, mobil jenazah untuk dalam daerah tidak berubah kecuali jika dibawa ke luar kota, tarifnya naik menjadi Rp5.000 dari sebelumnya Rp3.000 per setiap kilometer sampai kota tujuan.

 

Selanjutnya, untuk tarif retribusi pemakaian alat berat tidak mengalami perubahan namun ada penambahan untuk forklift sebesar Rp300.000 per hari, core drill menjadi Rp50.000 per hari, truk alpoinman Rp200.000 per hari dan Jack Hammer Rp300.000 per hari. Begitu juga untuk retribusi pemakaian alat-alat laboratorium baik tanah, batuan, beton, aspal dan air tidak mengalami perubahan harga. 

 

Serta tarif pemotongan atau penebangan tanaman Pemko Medan yang telah mendapat izin dari kepala daerah tidak ada mengalami perubahan kecuali penambahan redaksi pada point D yaitu penebangan dilakukan oleh instansi pemerintah untuk kepentingan pemerintahan tidak dipungut retribusi. (TRI/YEZ)

Beri Komentar


Security code
Refresh