Starberita – Medan, Walikota Medan, Drs H Rahudman Harahap MM, mengatakan Pemerintah Kota Medan  siap untuk melaksanakan Elektronik Audit (e-Audit) dalam rangka mempermudah akses Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam menjalankan tugasnya.  
“Perangkatnya telah kita persiapkan. Sedangkan peralatan IT-nya akan dipersiapkan BPK,” kata Walikota saat menghadiri pembahasan petunjuk teknis (Juknis) pengembangan dan pengelolaan sistim informasi  untuk akses data di Kantor  BPK RI Perwakilan Sumatera Utara, Jumat (6/9).
 
Walikota berharap, agar orang–orang yang dipersiapkan untuk menangani e-Audit itu harus benar-benar memahami secara teknis, sehingga mengetahui hal-hal mana saja  bisa diaudit dan online dengan BPK.
 
“Kita tengah menyusun beberapa item untuk segera diajukan terkait penerapan e-Audit ini. Sebab, tujuan utamanya agar penyelenggaraan keuangan benar-benar  transparan, efektif dan  akuntabel. Untuk itu kita menyambut baik dengan diterapkannya e-Audit ini. Saya harapkan e-Audit ini sudah dapat dilaksanakan pada 2013,” kata Walikota.
 
Sementara Kepala BPK RI Perwakilan Sumut, Muktini SH, menyebutkan dilakukannya pembahasan  atau penyusunan Juknis untuk penerapan e-Audit adalah dalam rangka menindaklanjuti  penandatanganan kesepakatan tentang pengembangan  dan pengelolaan sistim informasi untuk akses data  oleh BPK dengan   33 pemerintahan kabupaten/kota di Sumut beberapa waktu lalu.
              
“Sebagai tahap awal, kita pilih 4 entitas yakni Pemko Medan, Pemko Sibolga,  Kabupaten Humbahas dan Pemprovsu. Pertimbangannya, keempat entitas ini  kita nilai sudah memiliki ketersediaan sistem dan memiliki data yang lengkap. Apalagi 3 dari 4 entitas yang kita pilih yaitu Pemko Medan, Pemko Sibolga dan Kabupaten Humbahas  telah mendapatkan penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),”  kata Muktini.
 
Setelah keempat entitas ini, Muktini, berharap penerapan e-Audit juga dilakukan terhadap entitas lainnya.  Dengan demikian  penerapan e-Audit itu dilakukan di seluruh pemerintahan kabupaten/kota di Sumut.  “Khusus untuk empat entitas, pusat sudah minta kepada kita agar  secepatnya link sehingga akses data bias dilakukan,” ungkapnya.
 
Tujuan penerapan e-Audit ini,  jelas Muktini, untuk meningkatkan efisiensi dalam rangka melakukan pemerriksaan. Selama ini setiap kali melakukan pemeriksaan terhadap satu entitas,  BPK harus mendatangi entitas bersangkutan  untuk mendapatkan data.
“Namun, dengan e-Audit BPK tidak perlu mendatangi entitas. Cukup  menggunakan peralatan eletroknik yang telah dipersiapkan. Disamping itu  pengambilan data secara transparan dan sesuai dengan persetujuan entitas,” terangnya.
 
Dalam mengakses data, ungkap Muktini, pihaknya  akan menjunjung beberapa prinsip  seperti pengamanan. Artinya, data yang diambil BPK bersifat rahasia dan dipastikan keamanannya. Kemudian, tidak membebankan kepada entitas yang bersangkutan. Lalu, transparan, maksudnya data yang diambil secara transparan  atas persetujuan entitas.
 
“Selanjutnya prinsip fleksibel, artinya sistem ini akan dikembangkan sesuai mengikuti perubahan yang terjadi baik pada entitas maupun BPK,” ungkapnya.Selain Walikota Medan, kegiatan itu juga turut dihadiri Walikota Sibolga HM Syarfi Hutahuruk, Asisten IV  bidang Administrasi Umum dan Aset Perlengkapan Pemprovsu Asban Ritonga, perwakilan dari Kabupaten Humbahas serta auditor.(TRI/MBB)


Beri Komentar


Security code
Refresh