Starberita – Medan, Ketua Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPRD Kota Medan, Drs Herri Zulkarnain Msi, mendesak Pemerintah Kota Medan melalui instansi terkait untuk mempercepat pembangunan gedung DPRD Kota Medan yang terletak di Jalan Kapten Maulana Lubis.


"Infomasi diperoleh pemenang tender pembongkaran gedung DPRD sudah jelas, bahkan proses pembongkaran juga sudah dimulai. Jika demikian, maka diharapkan kepada pemenang tender pembangunan gedung wakil rakyat tersebut segera melaksanakan pembungannya," ujar Herri Zulkarnain, Rabu (26/9).


Sebab, kata anggota Komisi C ini, gedung sementara yang disewa untuk operasional DPRD kurang refresentatif, karena selain ruangannya kecil, juga panas, sehingga kinerja anggota dewan sedikit terganggu.


Karenanya jika ada sidang istimewa seperti peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Medan maupun HUT-RI harus menggunakan gedung lain, sebab gedung Pelni tersebut sangat tidak layak untuk kegiatan seperti itu.


"Untuk itu kita minta kepada rekanan pemenang tender pembangunan gedung DPRD Medan segera melaksanakan pekerjaannya, agar gedung wakil rakyat sebanyak 8 lantai tersebut segera selesai," urainya.


Sehinga lanjut Heri, diakhir priode anggota DPRD Medan priode 2009-2014 yang kini menempati gedung sementara ini, masih mempunyai kesempatan untuk menempati gedung baru.


"Untuk itu kita harapkan akhir 2013 gedung baru DPRD Medan bisa selesai, apalagi yang memenangkan terder ini adalah perusahaan rekanan besar milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMN), sehingga untuk persoalan dana, kemungkinan tidak ada masalah,"ujarnya.


Diketahui, proses lelang pembongkaran gedung DPRD Medan di Jalan Kapten Maulana Lubis dimenangkan oleh Darmawan Hermawan dengan senilai Rp73,5 juta, namun ternyata ditenderkan kembali dengan nilai yang lebih besar. Sehingga perobohan gedung tidak dilakukan oleh pemenang lelang melainkan dilakukan oleh pihak lain.



Seorang pengawas pengerjaan perobohan gedung mengatakan, dirinya bukan bekerja dengan Darmawan Hermawan, melainkan dengan Haji Lobe. 


“Saya pengawas di sini, yang merobohkan ini bukan pak Darmawan tapi Haji Lobe, setahu saya ini pun sudah ditenderkan yang ketiga kali setelah dilelang,” katanya.



Namun, dirinya mengakui tak tahu berapa harga beli nilai perobohan gedung tersebut dari pemenang lelang ke haji Lobe. “Kalau nilainya saya tidak tahulah, berapa besarannya,” ujarnya. (TRI/YEZ)

Beri Komentar


Security code
Refresh



>