alt

Starberita - Pangkalansusu, Eksploitasi minyak mentah (Crude Oil) dari sumur-sumur tua milik PT Pertamina EP yang dilakukan sejumlah warga di beberapa lokasi di wilayah Kab Langkat, termasuk di daerah lainnya seperti di Rantau Kualasimpang, Kabuten Aceh Tamiang termasuk penambangan secara liar, dan dikelola secara tradisional, selain berisiko tinggi juga melanggar Undang-undang tentang Migas.  
Demkikian disampaikan Vice President perencanaan dan management resiko (PMR), Meidawati didampingi Man PMR Daud Bagus Prihastono (BP Migas) dan dari Dirjen Migas didampingi, Field Manager PT Pertamina EP Pangkalansusu, Sigit Gunanto bersama Humas, Hj Rusmidah, Ka LO Pertamina EP Rantau Kualasimpang, Tergiah Sembiring, pada sosialisasi pengusahaan pertambangan minyak bumi pada sumur tua, baru baru ini di Aula Kantor Camat Besitang. Sebelumnya,  tim melakukan ivestigasi terhadap sejumlah pengusahaan sumur tua illegal yang dilakukan kelompok masyarakat di Desa Halaban, Kecamatan Besitang. 
 
Menurut,Vice Presiden PMR Meidawati, penambangan liar dan eksploitasi minyak mentah illegal bukan saja berdampak terhadap kerugian Negara, tapi kegiatan illegal seperti itu, juga berpotensi merugikan masyarakat, sebab berbagai jenis bahan bakar minyak (BBM) hasil oplosan yang dipasarkan tidak standar.
 
Sedangkan, Man PMR Daud mengutarakan, penambangan pada sumur baru secara tradisional itu sangat berisiko tinggi. “ Disaat melakukan eksplorasi, tekanan gas yang tinggi berpotensi spontan menyembur ke atas. Semburan minyak mentah (Crudeoil) dikhawatirkan akan menimbulkan dampak yang buruk terhadap para pelaku uasaha.
 
“Pengeboran sumur serta pengelolaan minyak yang dilakukan sejumlah kelompok masyarakat seperti di Desa Halaban, Kecamatan Besitang dan di lokasi lainnya hanya mengandalkan kemapuan mereka secara traditional. “Pengelolaan dengan cara tradisional apalagi tidak tersedianya safety (HSE) sangat berisiko tinggi, ” ujar Daud.   
 
Sementara itu, Bagus Prihastono, (BP Migas) Pertamina EP dalam pelaksanaan pengeboran pada sumur baru maupun eksploitasi minyak harus sesuai dengan standart operasinal prosedur (SOP). “ Dalam kegiatan operasional di lapangan, manajemen perusahaan diawali perencanaan yang matang dan teknologi modern dan dilengkapi Helath Safety and Environment (HSE).
 
Peluang pengusahaan pertambangan minyak bumi pada Sumur Tua sangat terbuka bagi masyarakat sesuai dengan Permen ESDM No.01 Tahun 2008. KUD atau BUMD dapat mengajukan permohonan kepada KKKS berisikan dokumen administrasi dan teknis dengan melampirkan rekomendasi dari Pemerintah Kabupaten/Kota dan disetujui oleh Pemerintah Provinsi setempat, ujar Bagus.
 
Keempat nara sumber itu lebih lanjut menjelaskan, permohonan KUD atau BUMD yang disampaikan kepada KKKS (Pertamina EP) akan diteliti/dievaluasi dan kemudian KKKS akan menyampaikan kepada BP Migas dan selanjutnya permohonan diteruskan kepada Menteri cq.Dirjen Migas disertai pertimbangan teknis dan ekonomis. Dan apabila telah dietujui oleh, Menteri ESDM cq. Dirjen Migas akan mengeluarkan persetujuan pemroduksian KKKS dan KUD/BUMD wajib menandatangani perjanjian kerjasama yang diketahui oleh BP Migas, ujarnya.
 
Karenanya, kami mengimbau, bagi masyarakat yang ingin melakukan pengusahaan  pertambangan minyak pada sumur tua agar menempuh jalur sesuai peraturan dan peruindang-undangan yang berlaku. “Kesempatan bagi KUD, Koperasi dan BUMD untuk pengusahaan minyak pada sumur tua terbuka.Tapi untuk penambangan pada sumur baru itu merupakan hak Pertamina EP sesuai undang-undang yang berlaku,”tegasnya.
 
Pertamina EP selanjutnya siap diterjunkan ke lapangan untuk memberikan pembinaan terhadap pelaku usaha, baik secara teknis maupun non teknis di lapangan sehingga minyak yang digali dari perut bumi seuai dengan hasil yang diharapkan. Dan capaian minyak  yang dihasilkan, KUD atau BUMD wajib menyerahkan seluruh produksi minyak bumi kepada KKKS (Pertamina). Dan KKKS wajib memenuhi mutu dan spesifikasi yang disepakati oleh KKKS dan KUD atau BUMD. Dan KKKS wajib memberi imbalan jasa (bagi hasil) kepada pelaku usaha atas seluruh produksi minyak bumi dari hasil pelaksanaan sesuai perjanjian kerjasama para pihak, ujar para nara sumber.(BAH/MBB)
 






Beri Komentar


Security code
Refresh