Starberita - Medan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan menekankan kepada Dinas Perhubungan (Dishub) untuk untuk mewajibkan pada setiap pendirian bangunan, agar terlebih dahulu melakukan kajian Analisis Mengenai Daerah Lingkungan (Amdal) lalu lintas (lalin).  
“Amdal lalin tersebut sangat penting guna mengantisipasi kemacetan lalin terutama di inti kota” sebut anggota Komisi D DPRD Kota Medan, Landen Marbun SH, pada rapat dengar pendapat antara Komisi D dengan Dishub, Kamis (1/11) yang dipimpin Ketua Komisi D, H Muslim Maksum Yusuf Lc.
 
Selama ini, kata Landen, Dishub terkesan mengabaikan kajian Amdal lalin setiap pendirian bangunan yang baru, sehingga setelah sebuah bangunan tersebut selesai dan difungsikan sesuai peruntukannya, akhirnya menimbulkan kemacetan lalu lintas yang cukup luar biasa.“Ini kan pasti tidak melakukan kajian Amdal lalin. Untuk itu kedepan Dishub harus terlebih dahulu dan memastikan lulus kajian Amdal lalin setiap ada perubahan peruntukan,” sebut Landen.
 
Dishub, sebut politisi Partai Damai Sejahtera (PDS) ini, harus memiliki rekam jejak yang baik terutama upaya mengantisipasi kemacetan lalu lintas di Kota Medan. “Jangan seperti selama ini, pendirian bangunan serta perubahan peruntukan tidak melalui kajian Amdal Lalin namun terkesan tergantung pada pesanan,” katanya.
 
Sementara anggota Komisi D lainnya, Juliandi Siregar, mendukung penuh kinerja Dishub terkait penertiban terminal liar dan kendaraan salah parkir. “Dishub perlu melakukan tindakan lebih tegas, namun perlu memiliki landasan hukum,” ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
 
Sedangkan minimnya retribusi parker, Ketua Komisi D Muslim Maksum, menyarankan Dishub agar lebih meningkatkan kinerja demi tercapainya target, mengingat waktu yang tinggal 2 bulan lagi.
 
Terhadap kajian Amdal lalin, Kadis Perhubungan Renward Parapat, mengaku belum melakukannya secara keseluruhan kepada  setiap pendirian maupun perubahan peruntukan. “Kedepan akan dilakukan kajian tersebut sebagai persyaratan pendirian bangunan,” ungkapnya.(TRI/MBB)

Beri Komentar


Security code
Refresh


>