Starberita - Medan, Pengurangan jumlah mata pelajaran dalam kurikulum baru pada tahun 2013 bukan lantas mengurangi jumlah jam pelajaran siswa di sekolah.Justru lamanya jam pelajaran akan bertambah, rata-rata sekitar 4 hingga 6 jam.
Kurikulum pendidikan baru yang dibuat oleh menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M.Nuh masih berpeluang untuk mendapat masukan dari berbagai pihak. Senin (10/12), Dinas pendidikan Kota Medan menggelar Wokshop Pendidikan karakter bagi guru mata pelajaran di Soechi International Hotel.

Sasaran workshop adalah guru mata pelajaran yang terkait dengan kurikulum baru pendidikan yang akan diberlakukan pada tahun ajaran 2013. Ada 4 guru mata pelajaran SMP Negeri dan Swasta dari setiap sekolah yang menjadi peserta dalam Workshop tersebut, yakni Guru PPKN, Guru IPA, Guru IPS, dan Guru Konseling.

Tujuan dari workshop pendidikan karakter adalah sebagai uji publik baik melalui sosialisasi seperti workshop guru mata pelajaran. Berdasarkan kurikulum baru, siswa SMP akan mendapat sepuluh mata pelajaran dari semula 12 mata pelajaran. Mata pelajaran muatan lokal dan pengembangan diri akan melebur dalam seni budaya dan prakarya.Siswa SMP yang selama ini belajar 32 jam di sekolah kini belajar 38 jam per pekan. Adapun siswa SMA relatif sama dan tak ada perubahan signifika, namun untuk siswa SD akan bertambah 10 Jam pelajaran dengan 6 mata pelajaran, dimana pelajaran IPA dan IPS menjadi pelajaran Tematik dalam kurikulum baru.

Sebelumnya beredar kekhawatiran guru IPA dan IPS terhadap isu kurikulum 2013, yang menghilangkan mata pelajaran IPA dan IPS. Melalui Wokshop pendidikan karakter guru mata pelajaran yang diselenggarakan Dinas Pendidikan kota Medan, Para guru IPA dan IPS dapat memahami kondisi sebenarnya dari kurikulum baru tersebut. Aisyah, salah seorang guru IPA dari SMP Al- Washliyah  yang hadir mengaku sempat khawatir, namun setelah menjalani workshop yang akan berlangsung

hingga tanggal 12 Desember 2012, Aisyah akhirnya memahami maksud dari kurikulum baru tersebut. "Tadi kami dibagi menjadi 4 kelompok yang terdiri dari tiap guru mata pelajaran, setelah dijelaskan pada tiap bidang ,barulah kami sedikit lega", ujar Aisyah kepada Starberita.

Setelah workshop selesai diharapkan para guru bidang mata pelajaran dapat memasukkan pendidikan karakter pada tiap RPP mata pelajaran yang disusun. Kurikulum baru yang disusun adalah untuk lebih meningkatkan kualitas mutu dan produk pendidikan, begitu ungkap Drs Tri Hartono MSi, salah seorang paraktisi pendidikan dari Unimed yang menjadi pembicara dalam workshop tersebut.(YND/MBB)

Beri Komentar


Security code
Refresh


>