Starberita-Medan, Pelaksana Tugas Harian (Plh) Kepala Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Yusuf Umardani mengatakan Penanganan kasus tewasnya Delapan orang warga Myanmar  telah dilaporkan kepada pihak Kementerian Hukum dan HAM serta aparat keamanan.


"Soal penanganan jenazah  tergantung kepada Kedutaan Besar Myanmar di Medan,” ujar Yusup Umardani Jumat (5/4).


Dikatakan Yusuf Bentrokan terjadi pada Jumat (5/4) dinihari pukul 13.30 dan berakhir sekitar pukul 02.30 di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Medan, Jalan Selebes, Belawan. "Korban tewas ada delapan, dan yang luka ada sekitar 15 orang, seluruhnya warga Myanmar," kata Yusup Umardani kepada wartawan di Rudenim.


Korban yang tewas, dikatakannya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pirngadi, Medan. Sementara korban luka umumnya hanya menderita luka ringan dan dibawa ke kantor polisi untuk pemeriksaan.


Saat ditanya Penyebab terjadinya  bentrok, Yusuf belum bisa memastikan. " Kemungkinan dendam lama dari negara asal, tetapi ini masih dimintai keterangan," terangnya.


Pasca bentrok, pihak Rudenim melakukan antisipasi untuk mencegah bentrokan susulan. "Dan untuk korban luka ringan dan saksi sudah dibawa ke Markas Kepolisian Resor (Polres) Pelabuhan Belawan di Jalan Pelabuhan Raya, Belawan."Terangnya kembali.


Sementara itu,  Polisi masih melakukan penyelidikan terkait kasus tewasnya  delapan  Warga  Myanmar dalam bentrokan antar kelompok imigran asal negara. (RIN/YEZ)

Beri Komentar


Security code
Refresh



>