Starberita - Jakarta - Konvensi Calon Presiden (Capres) yang akan digelar Partai Demokrat untuk menjaring para tokoh dianggap tidak akan efektif, jika rakyat pemilih tidak diikutsertakan memilih capres yang akan diusung.

Sebab, menurut Peliti Center for Strategic and International Studies (CSIS), Jeffrie Geovanie, yang menentukan siapa yang menjadi capres di antara peserta konvensi itu seharusnya rakyat, pemilih pada umumnya.

Kalau cara ini yang dipakai maka Jeffrie yakin yang terpilih bukan hanya terbaik di antara peserta konvensi tapi juga kompetitif dengan calon dari partai-partai lain.

"Peluang untuk menang Pilpres menjadi lebih terbuka," tegas Jeffrie, melalui rilisnya, Minggu (21/4/2013).

Jelas Jeffrie, sehingga semua peserta konvensi melakukan sosialisasi terbuka lewat media massa yang punya jangkuan nasional. Setelah itu, menjelang konvensi nasional nanti, dibuat survei pemilih secara ilmiah di masing-masing provinsi.

Lalu, siapa yang mendapat urutan pertama maka dia mengambil seluruh kuota suara di provinsi itu. "Inilah sistem the winner takes all," terang Jeffrie.

Menurut Jeffrie, cara seperti itu merupakan konvensi baru. Bukan seperti konvensi Golkar yang rawan terhadap politik uang, dan bukan pula konvensi seperti di Amerika yang bersandar pada primary (pemilihan awal).

Mengapa kita tidak menggunakan cara seperti di Amerika yang terbukti bisa berjalan dengan baik? Menurut Jeffrie, cara Amerika (primary) tidak cocok diterapkan di Indonesia. Karena, pertama primary umumnya tertutup.

Pemilih yang ikut primary umumnya hanya anggota partai yang bersangkutan. Kalau primary Republik maka anggota partai Demokrat tidak boleh ikut. "Hasilnya pasti tidak mencerminkan aspirasi pemilih nasional," kata Jeffrie.

Konvensi Nasional Berbasis Pemilih Nasional sebagaimana direkam secara ilmiah lewat survei adalah gagasan baru dan efisien.

"Disebut efisien, karena dibanding konvensi Golkar dulu saya dengar ratusan miliar dikeluarkan, dan hasilnya tidak efektif," jelasnya.

Di balik ide konvensi, jika ada upaya untuk mendongkrak Partai Demokrat yang tengah terpuruk. Jeffrie tidak mempersoalkannya. "Kalau punya tujuan itu, saya kira itu normal, dan harus," katanya.(inc/YEZ)

Beri Komentar


Security code
Refresh


>