Starberita - Islamabad, Sedikitnya sepuluh orang tewas di Pakistan, dalam aksi unjuk rasa menentang film anti-Islam yang dibuat di Amerika Serikat. Petugas kesehatan menyebutkan lima orang tewas di kota pelabuhan Karachi sedang lima lima lagi di Peshawar.

Saluran televisi Pakistan mengatakan salah seorang stafnya tewas di Peshawar ketika polisi mengeluarkan tembakan untuk membubarkan massa yang marah dan berusaha membakar gedung bioskop, Jumat, 21 September. Pengunjuk rasa yang marah di Karachi menyerang sejumlah bank dan gedung bioskop. Menurut laporan-laporan, sedikitnya seorang polisi tewas di Karachi.

Wartawan BBC di kota itu mengatakan polisi menggunakan peluru untuk membubarkan pemrotes. Menurut polisi setempat, tembakan senapan terdengar dari arah yang tidak diketahui.

Di Lahore, pengunjuk rasa berhasil mendekati Konsulat Amerika dan polisi menggunakan gas air mata dan pentungan untuk menghadang massa.

Ribuan pengunjuk rasa berusaha mencapai kompleks dipomatik yang dijaga ketat di ibukota Pakistan, Islamabad. Kompleks tersebut antara lain ditempati oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat.

Protes Resmi
Polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan pengunjuk rasa yang jumlah mencapai ribuan orang. Wartawan BBC di Islamabad melaporkan bentrokan terjadi di sejumlah kota di seluruh Pakistan tetapi situasi di Islamabad pusat relatif aman.

Pemerintah Pakistan menyatakan Jumat 21 September sebagai hari libur nasional agar warga bisa mengadakan demonstrasi secara damai menentang film The Innocence of Muslims yang dianggap menghina Nabi Muhammad.

Dalam pidato televisi Perdana Menteri Pakistan, Raja Pervez Ashraf, mengatakan film itu tidak bisa diterima dan menyerukan kepada PBB untuk memprakarsai undang-undang guna melarang hal yang disebut pidato kebencian.

"Kami menuntut kepada PBB dan organisasi internasional lain untuk mewujudkan undang-undang yang melarang pidato kebencian yang bertujuan untuk menyulut kebencian dan menyemaikan bibit-bibit wacana kebohongan," kata PM Pakistan.

Kuasa Usaha Amerika Serikat di Islamabad Richard Hoagland dipanggil ke Kementerian Luar Negeri Pakistan. Kementerian Luar Negeri menyampaikan surat protes resmi kepada pemerintah Amerika.

Richard Hoagland dilaporkan memberikan tanggapan dengan mengatakan bahwa pemerintah Amerika Serikat tidak memiliki kaitan dengan film itu.

Kartun Nabi
Semua partai politik besar dan organisasi keagamaan menyerukan protes hari Jumat kemarin bersama dengan kelompok-kelompok lain. Pihak berwenang Pakistan sebelumnya memblokir layanan telepon genggam di 15 kota besar guna mengurangi risiko keamanan, tetapi layanan pelan-pelan mulai dipulihkan menjelang malam tiba.

Sementara itu Perancis menutup misi diplomatik dan sekolahnya di 20 negara terkait kekhawatiran bahwa kartun Nabi Muhammad yang diterbitkan oleh majalah Perancis pada Rabu bisa menyulut aksi protes.

Majalah satir Charlie Hebdo pada Jumat kemarin menerbitkan lagi ribuan eksemplar. Majalah itu memuat 20 kartun yang mengolok-olok protes menentang film anti-Islam dan mengolok-olok Nabi Muhammad.

Pemerintah Perancis melarang demonstrasi akhir pekan ini. (bbc/ARS)

Beri Komentar


Security code
Refresh


>