Starberita - Benghazi, Ratusan warga Libya menunjukkan solidaritasnya atas tewasnya Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Libya pekan lalu. Warga dilaporkan menyerbu markas milisi ekstrim yang diduga berada di baliknya serangan ke Konsulat AS di Bengazhi, yang menewaskan Dubes Chris Stevens.

Seperti diketahui sebelumnya, Dubes Stevens tewas akibat serangan roket yang dilesakan ke gedung Konsulat AS. Serangan itu bertepatan dengan protes warga yang menentang film anti-Islam "Innocent of Muslims".

Kini warga Libya sendiri yang memburu anggota milisi yang diyakini sebagai pelaku serangan itu. Tampak jelas, warga Libya merasa marah dan mengepung markas Brigade Ansar al-Shariah di wilayah timur Bengazhi. Para anggota milisi Ansar al-Shariah sempat melepaskan tembakan ke udara untuk membubarkan warga, tetapi pada akhirnya mereka meninggalkan bangunan dan senjata yang diguna setelah warga mengamuk ke arah mereka.

"Kami tidak ingin melihat pasukan bersenjata dan menggunakan seperti milisi Afghanistan dan memberikan perintah kepada kami. Kami hanya ingin melihat warga Libya sendiri yang menggunakan seragam resmi," ujar seorang mahasiswa Libya Omar Mohammed, seperti dikutip Associated Press.

Tidak ada korban jiwa dilaporkan dalam peristiwa ini. Selain mengepung markas milisi tersebut, warga juga membakar kendaraan yang dimiliki oleh milis Anshar al-Shariah.

Bagi warga Libya peristiwa penyerangan Konsulat AS di Bengazhi 11 September pekan lalu, menjadi pukulan baru bagi warga yang sudah mengalami banyak masalah sejak mantan pemimpin Libya Moammar Khadafi tewas. Usai lengsernya Khadafi, banyak bermunculan milisi yang senjatanya lebih lengkap dibandingkan militer dan polisi Libya.

Pihak milisi menyebut diri mereka sebagai kelompok yang menjaga revolusi Libya. Mereka menganggap dirinya mampu memberikan keamanan kepada warga, yang tidak bisa diberikan oleh polisi. (okc/ARS)

Beri Komentar


Security code
Refresh


>